Minggu, 25 Mei 2014

Tegakkan Hukum atau Keadilan?

Oleh: Nur Rachmansyah

Music Box adalah sebuah film lawas produksi Tahun 1989 yang menceritakan kisah  seorang pengacara perempuan. Di mana pengacara perempuan tersebut berjuang membela seorang imigran dari Hungaria yang dituduh sebagai penjahat perang. Yang lebih memberatkan bagi sang pengacara ialah klien yang dibela kali ini adalah ayah kandungnya sendiri.
Di dalam pengadilan pengacara perempuan yang bernama Anne Talbot (Jessica Lange) menyampaikan dalam pembelaannya bahwa ayahnya merupakan korban kesalahan identitas. Tetapi di dalam pengadilan, jaksa juga memiliki bukti yang sangat kuat dalam dakwaannya. Sehingga di dalam pengadilan terjadi perdebatan yang sangat sengit antara Anne Talbot dengan jaksa yang mengangani perkara. Jaksa tidak habis kekurangan akal untuk membuktikan bahwa Michael J. Laszlo (Ayah Anne Talbot) memang merupakan penjahat perang. Berbagai macam saksi didatangkan ke pengadilan, bahkan para saksi dari Hungaria juga didatangkan ke pengadilan untuk diperiksa.
Di luar persidangan dalam perkara tersebut penduduk Amerika Serikat (AS) terjebak dalam kontroversi. Ada kelompok yang menyatakan dan menuduh bahwa Michael J. Laszlo memang merupakan penjahat perang dan harus dihukum seberat-beratnya. Tetapi juga ada kelompok masyarakat yang mendukung Michael J. Laszlo dan menyatakan ia tidak bersalah.
Alhasil, karena kehebatan permbelaan dari Anne Talbot dan juga karena jaksa tidak mampu membuktikan secara gamblang di dalam fakta persidangan. Maka hakim dalam pengadlilan itu memutuskan bahwa Michael J. Laszlo tidak bersalah. Tetapi permasalahan baru terjadi setelah Anne Talbot terbang ke Hungaria langsung.  Di sana dia dipertemukan langsung dengan orang-orang yang menjadi korban kekejaman pasukan Nazi dalam perang dunia ke-II. Tidak hanya itu, Anne Talbot juga mendatangi tempat-tempat yang menjadi saksi penyiksaan dan pembantai yang dilakukan tentara Nazi. Sampai suatu ketika Anne Talbot, bertemu dengan seseorang yang memberikannya sebuah ‘kotak musik’ yang berisikan foto. Alangkah terkejutnya diirinya ketika melihat foto-foto tersebut, karena isi fotonya adalah ayahnya yang melakukan penyiksaan terhadap orang-orang yahudi. Di sinilah penyesalan dan dilematis melanda Anne Talbot. Realitas yang terjadi bahwa selama ini ia membela dan membebaskan seorang penjahat perang, meskipun sang penjahat perang tersebut itu adalah ayah kandungnya sendiri.
Menurut saya banyak hikmah yang dapat diambil dalam film tersebut terutama ditinjau melalui perspektif hukum. Pertama, dilihat dalam sistem peradilan yang tergambarkan di film ini. Di Amerika yang menggunakan sistem hukum common law, nampak sekali pengadilan benar-benar mencari kebenaran materil. Sehingga dalam persidangannya Penasehat Hukum (Advokat) atau pun Jaksa bebas bereksplorasi membuktikan argumentasi masing-masing. Bahkan dalam proses persidangannya Pengacara dan jaksa boleh untuk berdiri dan berjalan di persidangan. Berbeda dengan sistem peradilan di Indonesia, yang pengadilannya lebih banyak mencari kebenaran formil. Sehingga peran Penasehat Hukum maupun Jaksa dipengadilan terasa sangat ‘kaku’.
Kedua, adalah dari sisi pengacara yang di mana tergambarkan melalui Anne Talbot. Di dalam cerita film tersebut nampak sekali bagaimana tugas pengacara yang sesungguhnya. Anne, meskipun pada awalnya terjebak dalam subyektifitas karena memang klien yang dibelanya adalah ayahnya sendiri. Tetapi pada akhirnya setelah melihat fakta-fakta secara empiris di lapangan ia menyadari dan mengakui bahwa ayahnya memang benar-benar bersalah. Berbeda dengan banyak pengacara yang ada di Indonesia, yang dalam anekdotnya sering diistilahkan “Pengacara bukan membela yang benar tetapi membela yang bayar”. Tidak salah anekdot tersebut sering diutarakan oleh banyak orang, karena memang seperti itu realitas yang terjadi di Indonesia. Bahkan tidak heran apabila di Indonesia sering ditemukan pengacara menjadi ‘Makelar Kasus’ (Markus). Yang harus menjadi pelajaran bagi para pengacara ialah, dalam menangani kasus atau membela seseorang janganlah terlalu terjebak dalam subyektifitas.
Ketiga, pada subtansinya tugas pengacara ialah sebagai ‘Penegak Keadilan’ bukanlah sebagai ‘Penegak Hukum’ belaka. Di dalam film ini dibuktikan bahwa dalam sistem hukum di mana pun di dunia, keadilan selalu menjadi objek utama, bahkan di Amerika Serikat sekalipun.


Music Box (1989) Poster
Judul Film                   : Music Box
Tahun Produksi           : 1989
Genre                          : Drama
Durasi                          : 124 menit
Sutradara                     : Costa-Gavras
Penulis                         : Joe Eszterhas
Produksi                      : Patrick Blossier
Produser                      : Irwin Winkler
Pemain                                    :  Diperankan oleh,
Ø  Jessica Lange : Ann Talbot
Ø  Armin Mueller-Stahl : Mike Laszlo
Ø  Frederic Forrest : Jack Burke
Ø  Donald Moffat : Harry Talbot
Ø  Lukas Haas : Mikey Talbot
Ø  Elżbieta Czyżewska : Melinda Kalman
Ø  James Zagel (billed as "J.S. Block") : Judge Irwin Silver
Ø  Michael Rooker : Karchy Laszlo