Kamis, 06 Februari 2014

Kepemimpinan Adolf Hitler, "Heil Hitler"



Oleh: Nur Rachmansyah

Adolf Hitler lahir tahun 1889 di Braunau, Austria. Sebagai remaja dia merupakan seorang seniman gagal yang kapiran dan kadang-kadang dalam usia mudanya dia menjadi seorang nasionalis Jerman yang fanatik. Di masa Perang Dunia ke-I, dia masuk Angkatan Bersenjata Jerman, terluka dan peroleh dua medali untuk keberaniannya.[1]
Kekalahan Jerman membikinnya terpukul dan geram. Di tahun 1919 tatkala umurnya menginjak tiga puluh tahun, dia bergabung dengan partai kecil berhaluan kanan di Munich, dan segera partai ini mengubah nama menjadi Partai Buruh Nasionalis Jerman (diringkas Nazi). Dalam tempo dua tahun dia menanjak jadi pemimpin yang tanpa saingan yang dalam julukan Jerman disebut “Fuehrer.”Di bawah kepemimpinan Hitler, partai Nazi dengan kecepatan luar biasa menjadi suatu kekuatan dan di bulan Nopember 1923 percobaan kupnya gagal. Kup itu terkenal dengan sebutan “The Munich Beer Hall Putsch.” Hitler ditangkap, dituduh pengkhianat, dan terbukti bersalah. Tetapi, dia dikeluarkan dari penjara sesudah mendekam di sana kurang dari setahun.[2]
Di tahun 1928 partai Nazi masih merupakan partai kecil. Tetapi, depressi besar-besaran membikin rakyat tidak puas dengan partai-partai politik yang besar dan sudah mapan. Dalam keadaan seperti ini partai Nazi menjadi semakin kuat, dan di bulan Januari 1933, tatkala umurnya empat puluh empat tahun, Hitler menjadi Kanselir Jerman.
Dengan jabatan itu, Hitler dengan cepat dan cekatan membentuk kediktatoran dengan menggunakan aparat pemerintah melabrak semua golongan oposisi. Perlu dicamkan, proses ini bukanlah lewat erosi kebebasan sipil dan hak-hak pertahankan diri terhadap tuduhan-tuduhan kriminal, tetapi digarap dengan sabetan kilat dan sering sekali partai Nazi tidak ambil pusing dengan prosedur pengajuan di pengadilan samasekali. Banyak lawan-lawan politik digebuki, bahkan dibunuh langsung di tempat. Meski begitu, sebelum pecah Perang Dunia ke-2, Hitler meraih dukungan sebagian terbesar penduduk Jerman karena dia berhasil menekan jumlah pengangguran dan melakukan perbaikan-perbaikan ekonomi.
Adolf Hitler adalah Kanselir Jerman dari tahun 1933 dan Führer atau pemimpin Jerman sejak 1934 hingga ia meninggal. Pada 2 Agustus 1934, ia menjadi diktator Jerman setelah Presiden Von Hindenburg meninggal. Ia menyatukan jabatan kanselir dan presiden menjadi Führer sekaligus menjadikan Nazi sebagai partai tunggal di Jerman. Ia juga seorang Ketua Partai Nasionalis-Sosialis (National Socialist German Workers Party atau Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei/NSDAP) yang dikenal dengan Nazi. Nazi secara resmi dibubarkan setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia II yang besar karena sistem kediktatoran Hitler. Hitler seorang orator yang berkharisma, Hitler merupakan salah satu pemimpin yang paling berpengaruh di dunia.[3]

Awal Kepemimpinan Hitler
Pada Tahun 1919 Hitler bergabung dengan partai pekerja jerman, seorang Hitler menyimpan kebencian kepada kelompok Komunis dan Yahudi. Dia menyadari akan bakat alamnya itu dan menyalurkan kebencian dan kemarahan atas berakhirnya perang dengan cara berpidato yang berapi- api dan membuat banyak orang semakin yakin dan simpati terhadap pidato yang disampaikan Hitler. Hitler selalu berpidato  apa yang dia rasa bahwa perjanjian Versailess itu tidak adil, pada perjanjian itu jerman kehilangan banyak wilayah negara dan dipaksa membayar ganti rugi pada negara-negara pemenang. Pada Tahun 1920 inflasi merajalela tak terkendali, keuangan benar-benar hancur, mulai terjadi perdebatan tentang dibutuhkan sesorang yang kuat dan lantang. Pada Tahun 1921 Hitler menjadi pemimpin partai pekerja jerman yang kecil nama partai diubah menjadi Partai pekerja nasional sosialis jerman disingkat NAZI. Dengan cara Hitler berpidato disampaikan dengan nada tanpa kompromi bahwa Versailles adalah kejahatan dan kelompok yahudi ada dibelakangnya. Pidato tersebut menarik simpati warga Bavaria. dan masuk menjadi partai NAZI.[4]
            Pada tahun 1921 Hitler menjadi pemimpin partai pekerja jerman yang kecil di Bavaria, nama partai tersebut diubah menjadi partai pekerja nasional sosialis jerman atau NAZI. Nazi adalah salah satu partai sayap kanan dari Munich yang beranggapan bahwa Versilles adalah kejahatan dan kelompok yahudi ada di belakangnya. Seorang Hitler disini memiliki tipe kepemimpinan yang kharismatik ditunjukkan dengan cara berpidato yang berkobar- kobar semangatnya dan tidak mengenal kompromi. Misal ada rakyat yang melakukan kesalahan baik, itu kesalahan besar maupun kecil, maka rakyat tersebut tetap memperoleh hukuman yang telah dijatuhkan. Dengan cara itu Hitler mendapat kesan simpatik dari warga Bavaria. Pada waktu pemerintahan jerman itu hancur, maka tiba-tiba seorang Hitler muncul. Dan pada saat itu rakyat jerman melihat dan menganggap bahwa Hitler seperti pembawa keselamatan bagi rakyat jerman. Hitler berkata “Aku akan membebaskan kalian dari penderitaan ini jika kalian mau bergabung“.[5]
Hitler dan NAZI pada Tahun 1923 memanfaatkan ketidakpuasan yang disebabkaan oleh penduduk perancis Di Rurh, pasukan perancis datang untuk menerapkan pembayaran ganti rugi, meraka berhasil menekan warga jerman sehingga terjadi pelecehan, kelaparan, kemlaratan dan kemiskinan yang merata di Rurh. Pada Tahun 1923 di Munich terjadi krisis yang disebabkan oleh penduduk Rurh, Hitler dan NAZI bertindak berdiri diatas panggung Burgerbrau Keller. Ia menyerukan agar revolusi nasional dimulai di Bavaria dan menggulingkan pemerintah sayap kiri di Berlin. Besoknya NAZI dan partai sayap kanan lainnya berparade di Munich, untuk mengumpulkan dukungan dari masyarakat dan militer. Hitler dan para pemimpin partai lainnya diadili karena NAZI tidak hanya membunuh 4 polisi tetapi juga merampok Bank. Di pengadilan Hitler menantang dan berani mengeluarkan pendapat untuk membela dirinya, dengan kejadian itu Hitler mendapat simpati dari hakim. Dan akhirnya dihukum 1 bulan penjara dan masa percobaan.[6]

Sosok Kepemimpinan Hitler
kepemimpinan Hitler dimata rakyat Jerman dan Dunia Internasional dikenal sebagai pemimpin yang bergaya otokratis dan diktator. Hitler menggunakan sutu pendekatan dengan cara memanfaatkan keadaan ekonomi yang buruk (Karena inflasi yang besar-besaran sehingga mengakibatkan adanya hutang terhadap Amerika, dalam kredit jangka pendek) yang membuat kebijakan adanya kredit jangka pendek amerika adalah Pemerintahan Weimar, yang disebut sebagai kemerosotan Weimar. Dengan adanya hutang tersebut sudah dibayar lunas, maka masyarakat kembali hidup mewah, tetapi disisi lain banyak warga yang merasakan kesengsaraan. Dengan adanya kejadian ini maka banyak rakyat yang tidak setuju dengan kemrosotan Weimar ini, dan ingin kembali kecara hidup lama yang sederhana, (Bergabung dengan masuk Ke NAZI kecil), ini terjadi pada tahun 1920 an.[7]
Dimata Internasional Kekuasaan Hitler diraih bukan melalui kemenangan besar dalam pemilihan umum. Namun ia takkan menjadi Kanselir Reich seandainya pada bulan Januari 1933 ia tidak memimpin partai terkuat. Pada pemilihan umum untuk Reichstag yang terakhir di era Republik Weimar pada tanggal 6 November 1932, partai Nazi kehilangan dua juta suara dibandingkan dengan hasil pemilu pada tanggal 31 Juli 1932. Sebaliknya partai komunis berhasil mendapat tambahan 600.000 suara, sehingga mencapai angka magis 100 kursi Reichstag. Sukses Partai Komunis Jerman (KPD) itu memperbesar kekhawatiran akan perang saudara. Rasa takut itulah sekutu terkuat Hitler, terutama di kalangan elite kekuasaan yang konservatif. Berkat rekomendasi kalangan tersebut kepada Hindenburg, pada tanggal 30 Januari 1930 Hitler diangkat oleh Presiden Reich itu sebagai kanselir yang memimpin kabinet yang mayoritas anggotanya berhaluan konservatif.
Untuk tetap mempertahankan kekuasaan selama dua belas tahun pemerintahan Reich Ketiga, tidak cukup menjalankan teror terhadap semua pihak yang berbeda pendapat. Hitler memperoleh dukungan dari sebagian besar kaum buruh, sebab ia berhasil menghapus pengangguran masal dalam waktu beberapa tahun saja. Sukses itu terutama didasarkan atas konyungtur industri persenjataan. Dukungan pekerja dapat dipertahankan oleh Hitler selama Perang Dunia II. Caranya dengan memeras tenaga kerja dan sumber daya di daerah-daerah pendudukan secara kejam, sehingga massa rakyat Jerman tidak mengalami kekurangan yang parah seperti pada Perang Dunia I. Sukses besar di bidang politik luar negeri dalam tahun-tahun menjelang perang, terutama pendudukan daerah Rheinland yang semula zone bebas militer serta “aneksasi” Austria pada bulan Maret 1938, membuat kepopuleran Hitler meroket di segala lapisan masyarakat. Mitos mengenai Reich dan misi historisnya, yang diperalat dengan cekatan oleh Hitler, terutama mempengaruhi orang Jerman yang terpelajar. Dukungan mereka dibutuhkan oleh pemimpin atau Führer yang karismatik itu, kalau ia ingin membuat Jerman menjadi kekuatan penata di Eropa secara lestari. Sebaliknya kalangan terpelajar itu memerlukan Hitler, karena di mata mereka tidak ada tokoh lain yang mampu mewujudkan impian mengenai negara yang besar orang Jerman.[8]

Kepemimpinan Hitler atas NAZI
Hitler kemudian berkecimpung secara langsung dalam politik dan menjadi pengurus Partai Buruh Jerman (bahasa Jerman: Deutsche Arbeiterpartei/DAP) pada bulan Juli 1921. Hitler menggunakan kebolehan berpidatonya untuk menjadi ketua partai. Dia kemudian menukar nama DAP menjadi Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP) atau partai Nazi. Pada tahun 1929 NSDAP menjadi pemenang mayoritas dalam pemilihan umum di kota Coburg, dan kemudian memenangi pemilu daerah Thüringen. Presiden Jerman masa itu, Paul von Hindenburg akhirnya melantik Hitler sebagai Kanselir.[9]

Perang Dunia Ke II dan Kejatuhan Kepemimpinan Hitler.
Pada September 1939, Hitler menyerang Polandia dengan serangan taktik blitzkrieg (serangan darat, udara secara kilat) mencapai kejayaan yang mengejutkan musuh dan jenderalnya sendiri. Serangan terhadap Polandia menyebabkan musuh-musuhnya Inggris dan Perancis menyatakan perang terhadap Jerman, dengan itu dimulailah Perang Dunia II.
Pada masa Perang Dunia II, pihak Inggris dipimpin oleh Sir Winston Churchill yang menggantikan Arthur Neville Chamberlain yang jatuh akibat skandal serbuan Nazi ke Polandia 1939, Perancis yang dipimpin oleh Jendral Gamelin yang saat itu ditunjuk sebagai komando tertinggi sekutu gagal menahan serangan kilat Jerman ke Belgia dan, Perancis akhirnya dipimpin oleh Jenderal Charles de Gaulle yang memimpin pasukan perlawanan Perancis pada masa Pemerintahan Vichy, serta bantuan Amerika Serikat yang dipimpin Jendral Eisenhower sebagai panglima mandala di Eropa meskipun sebelumnya Amerika Serikat enggan terlibat pada perang yang sebelumnya dianggap sebagai perang Eropa itu.[10]
Setelah lama berperang dan setelah mengalami kekalahan di setiap medan pertempuran, Hitler menyadari bahwa kekalahan sudah tidak dapat dielakkan. Awal kekalahan Hitler adalah saat menggempur Kota Kursk Uni Soviet dengan Operasi Citadel, kekuatan Jerman terdiri dari 800.000 infanteri, 2.700 tank lapis baja, 2.000 pesawat tempur dan dipimpin oleh Jenderal Erich Von Manstein dan Jenderal Walther Models sedangkan kekuatan Uni Soviet terdiri dari 1.300.000 infanteri, 3.600 tank, dan 2.400 pesawat tempur. Rencana serangan ini telah diketahui secara detail oleh intelejen Uni Soviet yang berada di Switzerland. Stalin pun langsung memerintahkan tentaranya untuk membangun pertahanan kuat di kawasan Kursk. Di pertempuran inilah banyak sekali tank - tank andalan Jerman dan Uni Soviet hancur, diantaranya Tank Tiger, Panther, Elefant (Jerman) dan Tank T-34, SU -152, dan KV -1. Jerman mengalami pukulan mematikan di Stalingrad serta Serangan pukulan sekutu di Normandia dan gagal dalam Ardennes Offensive, yaitu serangan balasan yang dilakukan tentara jerman atau Wehrmacht dan beberapa divisi panzer yang masih tersisa dipimpin Jenderal Mantauffel pada saat musim salju untuk merebut kembali Kota Antwerp di Belgia. Serangan ini berlangsung secara terseok - seok dan berakhir gagal karena kurangnya pasokan logistik dan bahan bakar untuk Panzer dari Jerman sehingga banyak panzer yang masih "Fresh from the Oven" seperti tank Tiger dan Panther teronggok di pinggir jalan karena kehabisan solar.[11]
Hitler yang menyadari kejatuhannya sudah dekat kemudian mengawini wanita simpanannya Eva Braun, kemudian bunuh diri bersama-sama pada 30 April 1945.[12] Jasadnya dibakar agar tidak jatuh ke tangan musuh,dan setelah kematian Hitler beberapa hari kemudian akhirnya jerman menyerah terhadap pihak rusia dan sekutu. Setelah Perang Dunia 2 berakhir, Jerman dibagi menjadi 2 wilayah, yaitu Jerman Barat yang berada pada kekuasaan sekutu dan Jerman Timur yang berada pada kekuasan Uni Soviet. Hal ini terjadi akibat Perang Dingin. Tetapi pada akhir abad ke-20 kedua wilayah Jerman yang terpisah ini akhirnya bersatu kembali, setelah runtuhnya dan dihancurkannya Tembok Berlin.[13]



[1] http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/01/biografi-adolf-hitler.html
[2] Ibid.
[3] http://biografi.rumus.web.id/2010/11/biografi-adolf-hitler.html.
[4] http://sugiartoagribisnis.wordpress.com/2010/05/30/analisis-tipe-kepemimpinan-adolf-hitler.
[5] Ibid.
[6] Ibid.
[7] http://sugiartoagribisnis.wordpress.com/2010/05/30/analisis-tipe-kepemimpinan-adolf-hitler.
[8] Ibid.
[9] http://just4funsite.blogspot.com/2011/11/mengenal-kepemimpinan-hitler.html.
[10] http://annisahenleinaqila.blogspot.com/2010/10/perang-dunia-ii-dan-kejatuhan-hitler.html.
[11] Ibid.
[12] Irwanto, To Kill Hitler, Upaya-upaya membunuh Adolf Hitler, Yogyakarta, Narasi 2008.
[13] Op Cit