Oleh: Nur Rachmansyah
Adolf
Hitler lahir tahun 1889 di Braunau, Austria. Sebagai remaja dia merupakan
seorang seniman gagal yang kapiran dan kadang-kadang dalam usia mudanya dia
menjadi seorang nasionalis Jerman yang fanatik. Di masa Perang Dunia ke-I, dia
masuk Angkatan Bersenjata Jerman, terluka dan peroleh dua medali untuk
keberaniannya.[1]
Kekalahan
Jerman membikinnya terpukul dan geram. Di tahun 1919 tatkala umurnya menginjak
tiga puluh tahun, dia bergabung dengan partai kecil berhaluan kanan di Munich,
dan segera partai ini mengubah nama menjadi Partai Buruh Nasionalis Jerman
(diringkas Nazi). Dalam tempo dua tahun dia menanjak jadi pemimpin yang tanpa
saingan yang dalam julukan Jerman disebut “Fuehrer.”Di bawah kepemimpinan
Hitler, partai Nazi dengan kecepatan luar biasa menjadi suatu kekuatan dan di
bulan Nopember 1923 percobaan kupnya gagal. Kup itu terkenal dengan sebutan “The Munich Beer Hall Putsch.” Hitler
ditangkap, dituduh pengkhianat, dan terbukti bersalah. Tetapi, dia dikeluarkan
dari penjara sesudah mendekam di sana kurang dari setahun.[2]
Di
tahun 1928 partai Nazi masih merupakan partai kecil. Tetapi, depressi
besar-besaran membikin rakyat tidak puas dengan partai-partai politik yang
besar dan sudah mapan. Dalam keadaan seperti ini partai Nazi menjadi semakin
kuat, dan di bulan Januari 1933, tatkala umurnya empat puluh empat tahun,
Hitler menjadi Kanselir Jerman.
Dengan
jabatan itu, Hitler dengan cepat dan cekatan membentuk kediktatoran dengan
menggunakan aparat pemerintah melabrak semua golongan oposisi. Perlu dicamkan,
proses ini bukanlah lewat erosi kebebasan sipil dan hak-hak pertahankan diri
terhadap tuduhan-tuduhan kriminal, tetapi digarap dengan sabetan kilat dan
sering sekali partai Nazi tidak ambil pusing dengan prosedur pengajuan di
pengadilan samasekali. Banyak lawan-lawan politik digebuki, bahkan dibunuh
langsung di tempat. Meski begitu, sebelum pecah Perang Dunia ke-2, Hitler
meraih dukungan sebagian terbesar penduduk Jerman karena dia berhasil menekan
jumlah pengangguran dan melakukan perbaikan-perbaikan ekonomi.
Adolf
Hitler adalah Kanselir Jerman dari tahun 1933 dan Führer atau pemimpin Jerman
sejak 1934 hingga ia meninggal. Pada 2 Agustus 1934, ia menjadi diktator Jerman
setelah Presiden Von Hindenburg meninggal. Ia menyatukan jabatan kanselir dan
presiden menjadi Führer sekaligus menjadikan Nazi sebagai partai tunggal di
Jerman. Ia juga seorang Ketua Partai Nasionalis-Sosialis (National Socialist German Workers Party atau Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei/NSDAP) yang dikenal
dengan Nazi. Nazi secara resmi dibubarkan setelah Jerman kalah dalam Perang
Dunia II yang besar karena sistem kediktatoran Hitler. Hitler seorang orator
yang berkharisma, Hitler merupakan salah satu pemimpin yang paling berpengaruh
di dunia.[3]
Awal Kepemimpinan Hitler
Pada
Tahun 1919 Hitler bergabung dengan partai pekerja jerman, seorang Hitler
menyimpan kebencian kepada kelompok Komunis dan Yahudi. Dia menyadari akan
bakat alamnya itu dan menyalurkan kebencian dan kemarahan atas berakhirnya
perang dengan cara berpidato yang berapi- api dan membuat banyak orang semakin
yakin dan simpati terhadap pidato yang disampaikan Hitler. Hitler selalu
berpidato apa yang dia rasa bahwa
perjanjian Versailess itu tidak adil, pada perjanjian itu jerman kehilangan
banyak wilayah negara dan dipaksa membayar ganti rugi pada negara-negara
pemenang. Pada Tahun 1920 inflasi merajalela tak terkendali, keuangan
benar-benar hancur, mulai terjadi perdebatan tentang dibutuhkan sesorang yang
kuat dan lantang. Pada Tahun 1921 Hitler menjadi pemimpin partai pekerja jerman
yang kecil nama partai diubah menjadi Partai pekerja nasional sosialis jerman
disingkat NAZI. Dengan cara Hitler berpidato disampaikan dengan nada tanpa
kompromi bahwa Versailles adalah kejahatan dan kelompok yahudi ada
dibelakangnya. Pidato tersebut menarik simpati warga Bavaria. dan masuk menjadi
partai NAZI.[4]
Pada tahun 1921 Hitler menjadi
pemimpin partai pekerja jerman yang kecil di Bavaria, nama partai tersebut
diubah menjadi partai pekerja nasional sosialis jerman atau NAZI. Nazi adalah
salah satu partai sayap kanan dari Munich yang beranggapan bahwa Versilles
adalah kejahatan dan kelompok yahudi ada di belakangnya. Seorang Hitler disini
memiliki tipe kepemimpinan yang kharismatik ditunjukkan dengan cara berpidato
yang berkobar- kobar semangatnya dan tidak mengenal kompromi. Misal ada rakyat
yang melakukan kesalahan baik, itu kesalahan besar maupun kecil, maka rakyat
tersebut tetap memperoleh hukuman yang telah dijatuhkan. Dengan cara itu Hitler
mendapat kesan simpatik dari warga Bavaria. Pada waktu pemerintahan jerman itu
hancur, maka tiba-tiba seorang Hitler muncul. Dan pada saat itu rakyat jerman
melihat dan menganggap bahwa Hitler seperti pembawa keselamatan bagi rakyat
jerman. Hitler berkata “Aku akan
membebaskan kalian dari penderitaan ini jika kalian mau bergabung“.[5]
Hitler
dan NAZI pada Tahun 1923 memanfaatkan ketidakpuasan yang disebabkaan oleh
penduduk perancis Di Rurh, pasukan perancis datang untuk menerapkan pembayaran
ganti rugi, meraka berhasil menekan warga jerman sehingga terjadi pelecehan,
kelaparan, kemlaratan dan kemiskinan yang merata di Rurh. Pada Tahun 1923 di
Munich terjadi krisis yang disebabkan oleh penduduk Rurh, Hitler dan NAZI
bertindak berdiri diatas panggung Burgerbrau Keller. Ia menyerukan agar
revolusi nasional dimulai di Bavaria dan menggulingkan pemerintah sayap kiri di
Berlin. Besoknya NAZI dan partai sayap kanan lainnya berparade di Munich, untuk
mengumpulkan dukungan dari masyarakat dan militer. Hitler dan para pemimpin
partai lainnya diadili karena NAZI tidak hanya membunuh 4 polisi tetapi juga
merampok Bank. Di pengadilan Hitler menantang dan berani mengeluarkan pendapat
untuk membela dirinya, dengan kejadian itu Hitler mendapat simpati dari hakim.
Dan akhirnya dihukum 1 bulan penjara dan masa percobaan.[6]
Sosok Kepemimpinan Hitler
kepemimpinan
Hitler dimata rakyat Jerman dan Dunia Internasional dikenal sebagai pemimpin
yang bergaya otokratis dan diktator. Hitler menggunakan sutu pendekatan dengan
cara memanfaatkan keadaan ekonomi yang buruk (Karena inflasi yang besar-besaran
sehingga mengakibatkan adanya hutang terhadap Amerika, dalam kredit jangka
pendek) yang membuat kebijakan adanya kredit jangka pendek amerika adalah
Pemerintahan Weimar, yang disebut sebagai kemerosotan Weimar. Dengan adanya
hutang tersebut sudah dibayar lunas, maka masyarakat kembali hidup mewah,
tetapi disisi lain banyak warga yang merasakan kesengsaraan. Dengan adanya
kejadian ini maka banyak rakyat yang tidak setuju dengan kemrosotan Weimar ini,
dan ingin kembali kecara hidup lama yang sederhana, (Bergabung dengan masuk Ke
NAZI kecil), ini terjadi pada tahun 1920 an.[7]
Dimata
Internasional Kekuasaan Hitler diraih bukan melalui kemenangan besar dalam
pemilihan umum. Namun ia takkan menjadi Kanselir Reich seandainya pada bulan
Januari 1933 ia tidak memimpin partai terkuat. Pada pemilihan umum untuk
Reichstag yang terakhir di era Republik Weimar pada tanggal 6 November 1932,
partai Nazi kehilangan dua juta suara dibandingkan dengan hasil pemilu pada
tanggal 31 Juli 1932. Sebaliknya partai komunis berhasil mendapat tambahan
600.000 suara, sehingga mencapai angka magis 100 kursi Reichstag. Sukses Partai
Komunis Jerman (KPD) itu memperbesar kekhawatiran akan perang saudara. Rasa
takut itulah sekutu terkuat Hitler, terutama di kalangan elite kekuasaan yang
konservatif. Berkat rekomendasi kalangan tersebut kepada Hindenburg, pada
tanggal 30 Januari 1930 Hitler diangkat oleh Presiden Reich itu sebagai
kanselir yang memimpin kabinet yang mayoritas anggotanya berhaluan konservatif.
Untuk
tetap mempertahankan kekuasaan selama dua belas tahun pemerintahan Reich
Ketiga, tidak cukup menjalankan teror terhadap semua pihak yang berbeda
pendapat. Hitler memperoleh dukungan dari sebagian besar kaum buruh, sebab ia
berhasil menghapus pengangguran masal dalam waktu beberapa tahun saja. Sukses
itu terutama didasarkan atas konyungtur industri persenjataan. Dukungan pekerja
dapat dipertahankan oleh Hitler selama Perang Dunia II. Caranya dengan memeras
tenaga kerja dan sumber daya di daerah-daerah pendudukan secara kejam, sehingga
massa rakyat Jerman tidak mengalami kekurangan yang parah seperti pada Perang
Dunia I. Sukses besar di bidang politik luar negeri dalam tahun-tahun menjelang
perang, terutama pendudukan daerah Rheinland yang semula zone bebas militer
serta “aneksasi” Austria pada bulan Maret 1938, membuat kepopuleran Hitler
meroket di segala lapisan masyarakat. Mitos mengenai Reich dan misi
historisnya, yang diperalat dengan cekatan oleh Hitler, terutama mempengaruhi
orang Jerman yang terpelajar. Dukungan mereka dibutuhkan oleh pemimpin atau
Führer yang karismatik itu, kalau ia ingin membuat Jerman menjadi kekuatan
penata di Eropa secara lestari. Sebaliknya kalangan terpelajar itu memerlukan
Hitler, karena di mata mereka tidak ada tokoh lain yang mampu mewujudkan impian
mengenai negara yang besar orang Jerman.[8]
Kepemimpinan Hitler atas NAZI
Hitler
kemudian berkecimpung secara langsung dalam politik dan menjadi pengurus Partai
Buruh Jerman (bahasa Jerman: Deutsche
Arbeiterpartei/DAP) pada bulan Juli 1921. Hitler menggunakan kebolehan
berpidatonya untuk menjadi ketua partai. Dia kemudian menukar nama DAP menjadi Nationalsozialistische Deutsche
Arbeiterpartei (NSDAP) atau partai Nazi. Pada tahun 1929 NSDAP menjadi
pemenang mayoritas dalam pemilihan umum di kota Coburg, dan kemudian memenangi
pemilu daerah Thüringen. Presiden Jerman masa itu, Paul von Hindenburg akhirnya
melantik Hitler sebagai Kanselir.[9]
Perang Dunia Ke II dan Kejatuhan
Kepemimpinan Hitler.
Pada
September 1939, Hitler menyerang Polandia dengan serangan taktik blitzkrieg (serangan darat, udara secara
kilat) mencapai kejayaan yang mengejutkan musuh dan jenderalnya sendiri.
Serangan terhadap Polandia menyebabkan musuh-musuhnya Inggris dan Perancis
menyatakan perang terhadap Jerman, dengan itu dimulailah Perang Dunia II.
Pada
masa Perang Dunia II, pihak Inggris dipimpin oleh Sir Winston Churchill yang
menggantikan Arthur Neville Chamberlain yang jatuh akibat skandal serbuan Nazi
ke Polandia 1939, Perancis yang dipimpin oleh Jendral Gamelin yang saat itu
ditunjuk sebagai komando tertinggi sekutu gagal menahan serangan kilat Jerman
ke Belgia dan, Perancis akhirnya dipimpin oleh Jenderal Charles de Gaulle yang
memimpin pasukan perlawanan Perancis pada masa Pemerintahan Vichy, serta
bantuan Amerika Serikat yang dipimpin Jendral Eisenhower sebagai panglima
mandala di Eropa meskipun sebelumnya Amerika Serikat enggan terlibat pada
perang yang sebelumnya dianggap sebagai perang Eropa itu.[10]
Setelah
lama berperang dan setelah mengalami kekalahan di setiap medan pertempuran,
Hitler menyadari bahwa kekalahan sudah tidak dapat dielakkan. Awal kekalahan
Hitler adalah saat menggempur Kota Kursk Uni Soviet dengan Operasi Citadel,
kekuatan Jerman terdiri dari 800.000 infanteri, 2.700 tank lapis baja, 2.000
pesawat tempur dan dipimpin oleh Jenderal Erich Von Manstein dan Jenderal
Walther Models sedangkan kekuatan Uni Soviet terdiri dari 1.300.000 infanteri,
3.600 tank, dan 2.400 pesawat tempur. Rencana serangan ini telah diketahui
secara detail oleh intelejen Uni Soviet yang berada di Switzerland. Stalin pun
langsung memerintahkan tentaranya untuk membangun pertahanan kuat di kawasan
Kursk. Di pertempuran inilah banyak sekali tank - tank andalan Jerman dan Uni
Soviet hancur, diantaranya Tank Tiger, Panther, Elefant (Jerman) dan Tank T-34,
SU -152, dan KV -1. Jerman mengalami pukulan mematikan di Stalingrad serta
Serangan pukulan sekutu di Normandia dan gagal dalam Ardennes Offensive, yaitu serangan balasan yang dilakukan tentara
jerman atau Wehrmacht dan beberapa divisi panzer yang masih tersisa dipimpin
Jenderal Mantauffel pada saat musim salju untuk merebut kembali Kota Antwerp di
Belgia. Serangan ini berlangsung secara terseok - seok dan berakhir gagal
karena kurangnya pasokan logistik dan bahan bakar untuk Panzer dari Jerman
sehingga banyak panzer yang masih "Fresh
from the Oven" seperti tank Tiger dan Panther teronggok di pinggir
jalan karena kehabisan solar.[11]
Hitler
yang menyadari kejatuhannya sudah dekat kemudian mengawini wanita simpanannya
Eva Braun, kemudian bunuh diri bersama-sama pada 30 April 1945.[12]
Jasadnya dibakar agar tidak jatuh ke tangan musuh,dan setelah kematian Hitler
beberapa hari kemudian akhirnya jerman menyerah terhadap pihak rusia dan
sekutu. Setelah Perang Dunia 2 berakhir, Jerman dibagi menjadi 2 wilayah, yaitu
Jerman Barat yang berada pada kekuasaan sekutu dan Jerman Timur yang berada
pada kekuasan Uni Soviet. Hal ini terjadi akibat Perang Dingin. Tetapi pada
akhir abad ke-20 kedua wilayah Jerman yang terpisah ini akhirnya bersatu
kembali, setelah runtuhnya dan dihancurkannya Tembok Berlin.[13]
[1]
http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/01/biografi-adolf-hitler.html
[2]
Ibid.
[3]
http://biografi.rumus.web.id/2010/11/biografi-adolf-hitler.html.
[4]
http://sugiartoagribisnis.wordpress.com/2010/05/30/analisis-tipe-kepemimpinan-adolf-hitler.
[5]
Ibid.
[6]
Ibid.
[7]
http://sugiartoagribisnis.wordpress.com/2010/05/30/analisis-tipe-kepemimpinan-adolf-hitler.
[8]
Ibid.
[9]
http://just4funsite.blogspot.com/2011/11/mengenal-kepemimpinan-hitler.html.
[10]
http://annisahenleinaqila.blogspot.com/2010/10/perang-dunia-ii-dan-kejatuhan-hitler.html.
[11]
Ibid.
[12]
Irwanto, To Kill Hitler, Upaya-upaya membunuh Adolf Hitler,
Yogyakarta, Narasi 2008.
[13]
Op Cit