Oleh: Nur Rachmansyah
Kejuaraan
sepak bola tingkat SD se-Kecamatan sebentar lagi akan dimulai. Tiap-tiap SD
yang akan mengikuti kejuaraan telah bersiap-siap untuk mempersiapkan tim
terbaik dari SDnya masing. Tak terkecuali SD 001 Babulu, Pak Baslan sebagai
guru olahraga telah disibukkan untuk menyeleksi murid SD 001 yang nantinya akan
mengikuti kejuaraan. Beban SD 001 saat ini sangatlah berat mengingat SD 001
adalah juara bertahan pada kejuaraan se-Kecamatan ini. Minat murid SD 001 untuk
mengikuti kejuaraan ini sangat besar terutama anak kelas 4 dan kelas 5. Karena
yang boleh mengikuti kejuaraan ini hanya maksimal untuk anak kelas 5 saja,
kelas 6 sudah tidak diperbolehkan ikut karena harus fokus terhadap ujian
Nasional.
Kurdi
saat ini duduk di bangku kelas 5B. Kurdi adalah salah satu siswa yang sangat
ingin bisa masuk dalam tim sepak bola SD 001. Karena di SD 001 untuk masuk tim
sepak bola sekolah sangatlah berat persaingannya. Masuk tim sepak bola sekolah
hampir menjadi cita-cita seluruh siswa yang bersekolah di SD 001. Untuk bisa
masuk tim sekolah para siswa berlatih sangat keras, mulai dari latian fisik,
tehknik, bahkan sampai latihan mental.
Kurdi
sendiri sepulang sekolah ia harus membagi waktu, antara berlatih sepak bola dan
mengurusi tugas rumah. Dikarenakan setahun yang lalu ketika Kurdi masih duduk
di bangku kelas 4, ibu Kurdi telah meninggalkannya untuk selama-lamanya. Saat
ini Kurdi hanya tinggal bersama ayahnya dan adiknya yang masih berumur 2 tahun.
Profesi ayah Kurdi adalah seorang tukang pijit keliling. Sehingga ayah Kurdi
sering meninggalkan Kurdi dan adiknya yang masih kecil karena panggilan untuk
memijit orang di Kecamatan tetangga. Kurdi pun harus menjaga adiknya ketika
ayahnya tidak ada di rumah. Terkadang apabila ayahnya pergi memijit dan kurdi
menjaga adikknya, Kurdi pun harus rela untuk tidak bersekolah.
****
Akhirnya
sudah tiba bagi Pak Baslan untuk menyeleksi murid-murid untuk tim sepak bola SD
001. Pak Baslan mengumpulkan Murid dari empat kelas yaitu dari kelas 4A, 4B,
5A, dan 5B. Seleksi dilakukan di lapangan sepak bola yang berjarak sekitar 500
meter dari SD 001. Kurdi pun tidak melewatkan untuk mengikuti seleksi ini.
Semua murid memperlihatkan segala kemampuan terbaiknya kepada pak Baslan.
Rachman, Striker kelas 5A yang merupakan Top Skor pada kejuaraan antar kelas
se-SD 001 juga mengikuti seleksi ini. Juga beberapa anak kelas 4 yang cukup
bagus permainannya tidak melewatkan untuk mengikuti seleksi ini.
Dalam
seleksi kali ini Pak Baslan hanya mengambil 16 pemain saja, terdiri dari 11
pemain inti dan 5 pemain cadangan. Setelah mengamati bagaimana kemampuan skil
dan permainan para muridnya pak Baslan pun mengumumkan 16 pemain yang akan
menjadi tim sekolah dalam kejuaraan
se-Kecamatan nanti.
Inilah
masa-masa yang mendebarkan bagi para peserta seleksi. Para Murid berbaris,
Kurdi berbaris pada barisan paling depan, di sampingnya ada Rachman dan Nasrul,
serta dibelakang Kurdi ada Imran. Wajah Kurdi tampak gugup serta terlihat
menyembul keringat dinging di keningnya.
Imran
lalu menepuk bahu Kurdi sembari mengatakan,“Santai bro jangan gugup, kita pasti lolos”
“Wah
belum tentu, persaingan berat nih
Im,” jawab Kurdi.
Imran
dan Kurdi memang merupakan sahabat karena sama-sama duduk di kelas 5B. Dalam
permainan biasanya Imran berposisi sebagai gelandang tengah dan Kurdi berposisi
sebagai sayap kanan. Posisi Kurdi di sayap kanan memang tepat karena Kurdi
memang dikenal sebagai pemain yang menpunyai kelebihan dalam berlari. Larinya
Kurdi sangat kencang.
Nama
pertama yang dipanggil oleh Pak Baslan adalah posisi penjaga Gawang yaitu Sakur
dari kelas 5A dan Sadam dari kelas 5B serta diikuti oleh nama-nama lainnya.
Ternyata sebagaian besar pemain yang lolos seleksi dan disebutkan oleh pak
Baslan berasal dari kelas 5A yaitu terdiri dari, Nasrul, Rachman, Aris, Taslim,
Paisal, Ismail, Ibrahim dan Sakur sebagai kiper. Dari kelas 5A terdiri dari
empat orang yaitu, Imran, Adi, Sadam sebagai kiper dan terakhir Kurdi. Serta
lima orang sisanya dari anak kelas 4.
****
Tim
telah terpilih, kemudian pak Baslan sebagai guru olahraga sekaligus sebagai
pelatih juga harus menyusun penepatan posisi pemain dari tim SD 001 yang telah
terbentuk. Ternyata sebagai kapten tim yang ditunjuk Pak Baslan Adalah Nasrul,
selain karena tubuh Nasrul paling besar dan tinggi Nasrul juga memiliki usia
yang paling tua diantara anggota tim lainnya. Kurdi seperti posisi biasanya
ditepatkan pada posisi striker sebelah kanan, bersama Rachman di tengah dan
Taslim di posisi kiri. Tengah diisi oleh Imran, Paisal serta Ali dari anak
kelas 4B. Yang menjadi center bek
tidak lain adalah Nasrul dan Jailani, juga dari kelas 4B. Posisi bek kiri dan
danan diisi oleh Ibrahim dan Ismail serta kiper utama ditepati oleh Sakur.
****
Tidak
terasa waktu kejuaraan sudah semakin dekat, maka SD 001 juga harus
mempersiapkan tim untuk berlaga dalam kejuaraan. Para anggota tim berlatih
dengan tekun dan selalu ditemani olek pak Baslan sebagai pelatih.
“Kejuaraan sudah tinggal dua minggu lagi, “saya
harap kalian harus tekun berlatih dan tetap disiplin!!!!!!!,” ucap Pak Baslan
kepada seluruh Anggota Tim yang berkumpul.
“Siap
pak,” jawab anggota tim serentak.
Tim diwajibkan Pak Baslan pada setiap
sore jam 4.00 untuk berlatih. Pak Baslan memang merupakan guru olahraga
sekaligus pelatih tim sepak bola SD 001. Tetapi pak Baslan bukan sekedar guru
olehraga biasa. Pak Baslan merupakan motivator hebat, yang mampu membangkitkan
semangat para murid-muridnya. Pak Baslan, seperti biasa sebelum latihan selalu
mengingatkan, untuk disiplin dalam berlatih kepada para muridnya.
Pertama-tama anggota tim melakukan
pemanasan dengan berlari lima putaran mengelilingi lapangan sepak bola. Nasrul
sebagai kapten tim berada paling depan diikuti seluruh anggota tim.
Ternyata pada saat anggota tim sedang
berlari sudah menempuh tiga putaran Imram baru datang menuju lapangan
menggunakan sepeda BMX bewarna biru miliknya. Sontak saja kedatangan Imran yang
terlambat membuat Pak Baslan menjadi kesal. Setelah memarkir sepeda miliknya
Imran lalu menghadap pak Baslan,
“Pak maaf saya terlambat,” kata Imran
kepada pak Baslan.
“Sudah kamu pus up 20 kali terus lari keliling 7 putaran!!!!!
Kurdi sebagai sahabat Imran hanya
tersenyum melihat sahabatnya yang datang terlambat. Kurdi sangat mengenal Imran
dan yang ada di benak Kurdi, “Pasti Imran ini terlambat karena lupa waktu,
terlalu asik bermain play Station.”
Setelah pemanasan selesai dilakukan,
tiba saatnya pak Baslan melatih anak didiknya untuk latihan perpaduan Tim.
Sakur melempar bola ketengah, kemudian ditahan dengan dada oleh Imran. Imran
pun membagi bola kebelakang dan ditujukan kepada Nasrul. Nasrul yang menguasasi
bola melihat celah ternyata Kurdi di sisi lapangan sebelah kanan kosong tidak
terjaga. Nasrul pun memberikan umpan bola lambung tepat di depan Kurdi. Kurdi
lalu bagaikan seekor kijang berlari menyonsong bola yang di Umpan oleh Nasrul
dari belakang. Dengan penguasaan yang baik akhirnya Kurdi tinggal berhadapan
dengan penjaga gawang. Tetapi ternyata dari sebelah kiri lapangan Taslim sedang
berlari. Melihat Taslim yang kosong tak terjaga, Kurdi tidak langsung menendang
bola kearah gawang tetapi mengoper kearah Taslim. Mendapat umpan dari Kurdi, maka
dengan mudahnya, karena posisi penjaga gawang sudah tertipu, Taslim melesakkan
bola ke gawang yang sudah tak terjaga.
Melihat kemajuan dari para Muridnya pak
Baslan pun cukup merasa bangga. Setelah latihan kembali pak Baslan untuk
mengumpulkan para anggota tim.
“Perpaduan tim sudah lumayan, tetapi ada
beberapa catatan untuk pemain, terutama Nasrul dan Paisal kalau bisa emosinya
dikontrol.” Nasehat pak Baslan. Nasrul dan Paisal memang dikenal sebagai pemain
yang bertipikal keras.
Sambil megenakan topi, celanan Training
dan baju kaos, pak Baslan memberikan pengarahan dan evalusi untuk tim sepak
bola SD 001. Anggota tim pun selalu bersemangat dan antusias mendengarkan
setiap kata-kata yang keluar dari mulut pak Baslan.
****
Akhirnya kejuaraan yang ditunggu-tunggu
oleh seluruh SD yang berada di Kecamatan Babulu pun dimulai. Pak camat yang
memberikan sambutan pada pembukaan tidak lupa mengingatkan kepada seluruh SD
yang akan berlaga pada kejuaraan untuk menjunjung tinggi Sportivitas. SD 001
didampingi pak Baslan pun turut berbaris apa acara pembukaan.
Nasrul sebagai kapten tim berkata kepada
Rachman yang berada di belakangnya,
“Man, kita harus menang kejuaraan ini,
percuma kita capek-capek latihan kalau gak
juara!!!!!”
“Ya
donk Cul, aku akan cetak Gol sebanyak-banyaknya.” Jawab
Rachman.
Kurdi pun menyahut dari belakang, “ Iyaa, kita harus juara, kita buktikan
kalau sekolah kita masih menjadi yang terbaik di Kecamatan ini.....!”
Setelah acara pembukaan selesai,
pertandingan pertama pun dimulai. SD 001 yang menjadi juara bertahan melakukan
pertandingan pembuka pada kejuaraan kali ini. Yang menjadi lawan SD 001 kali
ini adalah SD 012. Semua pemain inti termasuk Kurdi yang telah dipersiapkan
oleh pak Baslan akan tampil pada pertandingan kali ini.
Kick
of babak pertama pun dimulai, Rachman menyodorkan
bola kepada Taslim. Kemudian Taslim menarik bola kebelakang dan diberikan
kepada Imran sebagai pengatur serangan. Imran kemudian mengotak-atik bola
sedikit, karena dihadang oleh 2 orang pemain lawan. Paisal berteriak meminta
bola kemudian Imran memberikan bola ke arah Paisal. Dari kaki ke kaki permainan
terus mengalir tetapi sepanjang babak pertama gol tidak kunjung tercipta. Pada
babak kedua SD 001 diintruksikan oleh pak Baslan untuk main menyerang. Berkat
kerja sama tim dan strategi yang tepat akhirnya pada pertandingan pertama SD
001 menang 2-0 atas SD 012 berkat Gol dari taslim pada menit ke 64 dan gol dari
Rachman pada menit ke 80.
Pertandingan demi pertandingan tim SD
001 lalui dan satu-persatu kemenangan mereka raih. Hingga akhirnya tim SD 001
masuk babak semi Final dan menemukan lawan berat yaitu SD 007. SD 007 merupakan
juara pada kejuaraan dua tahun silam. Prestasi SD 007 memang di Kecamatan cukup
gemilang. Tetapi akhirnya dengan gol tunggal yang dicetak oleh Rachman, SD 007
pun berhasil ditaklukkan oleh SD 001 dan kemudian mengantarkan SD 001 sampai di
partai Final.
****
Partai Final yang ditunggu-tunggu pun
akan dimulai, sorak-sorai penonton di pinggir lapangan mewarnai meriahnya
partai Final. Tim yang akan bertanding adalah tim SD 001 melawan SD 012. Kedua
kesebelasan tampak sudah bersiap-siap pemanasan di pinggir lapangan. Tetapi pak
Baslan tampak cemas karen ternyata Kurdi tak kunjung datang ke lapangan
pertandingan.
Pak Baslan bertanya kepada Imran?, “Im,
kurdi mana kok belum datang?”
“Gak
tau pak, mungkin lagi jaga adiknya.” Jawab Imran.
Pertandingan
pun dimulai, Kurdi tak kunjung datang. Akhirnya pak Baslan memasang Rudi anak
kelas 4 untuk menggantikan Kurdi di Posisi biasanya, Yaitu sayap kanan. Awal
pertandingan tampak terlihat serangan tim SD 001 tidak seperti biasanya karena
tidak ada Kurdi. Serangan-serangan yang dibagun oleh Rachman, Imran, maupun
taslim masih mudah dipatahkan lawan. Malah sebaliknya, barisan belakang SD 001
sering kocar-kacir akibat serangan dari tim lawan. Sampai akhirnya Candra stiker dari SD 012 beradu Sprint dengan Nasrul bek SD 001. Candra
dan Nasrul sama-sama berlari kencang tetapi ternyata nahas ternyata Nasrul
terpleset dan mampu di kecoh oleh Candra sehingga Candra hanya tinggal berhadapan
satu lawan satu dengan Sakur, kiper SD 001. Dengan mudah Candra mengecoh Sakur
untuk membobol gawang SD 001. Skor pertandingan 1-0, tim SD 001 pun tertinggal.
Hingga menit ke-60 babak kedua Skor
pertandingan tidak kunjung berubah dengan keunggulan SD 12. Pak baslan di
pinggir lapangan sudah mulai gusar, pemain tim SD 001 juga sudah mulai frustasi
karena berkali-kali serangan yang dibangun kandas di kaki bek lawan. Penonton
mulai bergumam dan memprediksikan kalau pertandingan kali ini akan menjadi milik
SD 012.
Disaat hampir tidak ada harapan lagi,
bagi tim SD 001, ternyata dari kejuahan Kurdi sedang melaju dengan kencangnya
mengunakan sepeda ontel miliknya. Setelah memarkir sepeda muliknya Kurdi
langsung berlari menuju arah pinggir lapangan. Kurdi melihat kawan-kawannya
sedang bejibaku melawan tim lawan. Pak Baslan yang melihat kedatangan Kurdi
kaget bercampur lega. Tetapi pak Baslan bisa mengerti sebab keterlambatan
kedatangan Kurdi. Tidak lain karena harus menjaga adiknya.
Pada menit ke 82 tim SD 001 melakukan
pergantian pemain, yaitu, Rudi keluar digantikan oleh Kurdi. Masuknya Kurdi
sangat berpengaruh pada permainan tim. Lini sebelah kanan yang memang menjadi
andalan SD 001 kembali hidup berkat masuknya Kurdi. Pada menit ke 88 bola
berada di kaki Paisal, tampak ada 2 pemain lawan mendekat ingin merebut bola.
Tetapi Paisal dengan cerdik membagikan bola kepada Imran di lapangan tengah.
Kemudian Imran berhasil membawa bola menuju daerahh pertahanan lawan dan
memberikan bola kepada Rachman. Menggunakan skil individunya Rachman berhasil
melewati satu orang gelandang bertahan lawan. Melihat Taslim yang tidak terjaga
pemain lawan disisi kiri lapangan, Rachman pun mengumpan bola kepada Taslim.
Sampai di ujung sebelah kiri lapangan Taslim melakukan umpan Crossing tepat di mulut gawang lawan tetapi
tidak tau umpan ditujukan kepada siapa?
Tenyata Kurdi sudah berlari dengan
kencangnya dari sisi kanan lapangan menuju ke mulut gawang. Kurdi pun melompat
terbang dan berhasi menyundul bola crossing
dari Taslim sehingga bola berubah arah melesat merobek jala gawang dari tim SD
012. teriakkan Penonton dan pendukung SD 001 pun membahana memecah kesunyian di
lapangan, akibat ketengangan.
“Gooooollllll”
Kurdi pun berlari ke tengah lapangan
untuk merayakan Golnya, diikuti oleh pemain-pemain lainnya.
Pluit panjang tanda berakhirnya
bertandingan pun telah ditiupkan oleh wasit. Sementara kedudukan akhir adalah
sama kuat 1-1. Sehingga pertandingan harus dilanjutkan dengan adu penalti.
Rachman, Nasrul, Imran dan Taslim berhasil menuntaskan tugasnya menendang
Finalti dengan baik. Begitu pun juga empat penendang Finalti lawan berhasil
mengecoh Sakur sebagai kiper. Tiba saatnya penendang Penalti kelima lawan akan
melakukan eksekusi. Sakur bertekat untuk menahan tedangan penendang Finalti
kelima tim lawan ini. Sambil menatap tajam ke arah penendang kelima Sakur
bersiap menjaga Gawang. Akhirnya bola di tendang, tetapi ternyata Sakur mampu
membaca arah bola dan menahannya.
Tiba saat paling mendebarkan, yaitu
eksekusi Penalti terakhir penendang kelima tim SD 001. Eksekusi yang terakhir
ternyata dipercayakan kepada Kurdi. Dan akhirnya dengan tenang Kurdi mampu
mengecoh penjaga gawang lawan. Maka teriakan dan haru pun pecah diantara
anggota tim SD 001. Kurdi langsung diangkat dan diambung-ambung ke udara oleh
para anggota tim dan para pendukung. Kurdi dianggap sebagai pahlawan oleh
seluruh anggota tim dan pendukung SD 001 termasuk juga pak Baslan.
Berkat perjuangan tim dan juga peran
Kurdi akhirnya SD 001 dapat mempertahankan gelar juara. SEKIAN