Minggu, 02 Februari 2014

Kurdi Si Penyelamat

Oleh: Nur Rachmansyah

Kejuaraan sepak bola tingkat SD se-Kecamatan sebentar lagi akan dimulai. Tiap-tiap SD yang akan mengikuti kejuaraan telah bersiap-siap untuk mempersiapkan tim terbaik dari SDnya masing. Tak terkecuali SD 001 Babulu, Pak Baslan sebagai guru olahraga telah disibukkan untuk menyeleksi murid SD 001 yang nantinya akan mengikuti kejuaraan. Beban SD 001 saat ini sangatlah berat mengingat SD 001 adalah juara bertahan pada kejuaraan se-Kecamatan ini. Minat murid SD 001 untuk mengikuti kejuaraan ini sangat besar terutama anak kelas 4 dan kelas 5. Karena yang boleh mengikuti kejuaraan ini hanya maksimal untuk anak kelas 5 saja, kelas 6 sudah tidak diperbolehkan ikut karena harus fokus terhadap ujian Nasional.
Kurdi saat ini duduk di bangku kelas 5B. Kurdi adalah salah satu siswa yang sangat ingin bisa masuk dalam tim sepak bola SD 001. Karena di SD 001 untuk masuk tim sepak bola sekolah sangatlah berat persaingannya. Masuk tim sepak bola sekolah hampir menjadi cita-cita seluruh siswa yang bersekolah di SD 001. Untuk bisa masuk tim sekolah para siswa berlatih sangat keras, mulai dari latian fisik, tehknik, bahkan sampai latihan mental.
Kurdi sendiri sepulang sekolah ia harus membagi waktu, antara berlatih sepak bola dan mengurusi tugas rumah. Dikarenakan setahun yang lalu ketika Kurdi masih duduk di bangku kelas 4, ibu Kurdi telah meninggalkannya untuk selama-lamanya. Saat ini Kurdi hanya tinggal bersama ayahnya dan adiknya yang masih berumur 2 tahun. Profesi ayah Kurdi adalah seorang tukang pijit keliling. Sehingga ayah Kurdi sering meninggalkan Kurdi dan adiknya yang masih kecil karena panggilan untuk memijit orang di Kecamatan tetangga. Kurdi pun harus menjaga adiknya ketika ayahnya tidak ada di rumah. Terkadang apabila ayahnya pergi memijit dan kurdi menjaga adikknya, Kurdi pun harus rela untuk tidak bersekolah.
****
Akhirnya sudah tiba bagi Pak Baslan untuk menyeleksi murid-murid untuk tim sepak bola SD 001. Pak Baslan mengumpulkan Murid dari empat kelas yaitu dari kelas 4A, 4B, 5A, dan 5B. Seleksi dilakukan di lapangan sepak bola yang berjarak sekitar 500 meter dari SD 001. Kurdi pun tidak melewatkan untuk mengikuti seleksi ini. Semua murid memperlihatkan segala kemampuan terbaiknya kepada pak Baslan. Rachman, Striker kelas 5A yang merupakan Top Skor pada kejuaraan antar kelas se-SD 001 juga mengikuti seleksi ini. Juga beberapa anak kelas 4 yang cukup bagus permainannya tidak melewatkan untuk mengikuti seleksi ini.
Dalam seleksi kali ini Pak Baslan hanya mengambil 16 pemain saja, terdiri dari 11 pemain inti dan 5 pemain cadangan. Setelah mengamati bagaimana kemampuan skil dan permainan para muridnya pak Baslan pun mengumumkan 16 pemain yang akan menjadi tim sekolah  dalam kejuaraan se-Kecamatan nanti.
Inilah masa-masa yang mendebarkan bagi para peserta seleksi. Para Murid berbaris, Kurdi berbaris pada barisan paling depan, di sampingnya ada Rachman dan Nasrul, serta dibelakang Kurdi ada Imran. Wajah Kurdi tampak gugup serta terlihat menyembul keringat dinging di keningnya.
Imran lalu menepuk bahu Kurdi sembari mengatakan,“Santai bro jangan gugup, kita pasti lolos”
“Wah belum tentu, persaingan berat nih Im,” jawab Kurdi.
Imran dan Kurdi memang merupakan sahabat karena sama-sama duduk di kelas 5B. Dalam permainan biasanya Imran berposisi sebagai gelandang tengah dan Kurdi berposisi sebagai sayap kanan. Posisi Kurdi di sayap kanan memang tepat karena Kurdi memang dikenal sebagai pemain yang menpunyai kelebihan dalam berlari. Larinya Kurdi sangat kencang.
Nama pertama yang dipanggil oleh Pak Baslan adalah posisi penjaga Gawang yaitu Sakur dari kelas 5A dan Sadam dari kelas 5B serta diikuti oleh nama-nama lainnya. Ternyata sebagaian besar pemain yang lolos seleksi dan disebutkan oleh pak Baslan berasal dari kelas 5A yaitu terdiri dari, Nasrul, Rachman, Aris, Taslim, Paisal, Ismail, Ibrahim dan Sakur sebagai kiper. Dari kelas 5A terdiri dari empat orang yaitu, Imran, Adi, Sadam sebagai kiper dan terakhir Kurdi. Serta lima orang sisanya dari anak kelas 4.
****
Tim telah terpilih, kemudian pak Baslan sebagai guru olahraga sekaligus sebagai pelatih juga harus menyusun penepatan posisi pemain dari tim SD 001 yang telah terbentuk. Ternyata sebagai kapten tim yang ditunjuk Pak Baslan Adalah Nasrul, selain karena tubuh Nasrul paling besar dan tinggi Nasrul juga memiliki usia yang paling tua diantara anggota tim lainnya. Kurdi seperti posisi biasanya ditepatkan pada posisi striker sebelah kanan, bersama Rachman di tengah dan Taslim di posisi kiri. Tengah diisi oleh Imran, Paisal serta Ali dari anak kelas 4B. Yang menjadi center bek tidak lain adalah Nasrul dan Jailani, juga dari kelas 4B. Posisi bek kiri dan danan diisi oleh Ibrahim dan Ismail serta kiper utama ditepati oleh Sakur.
****
Tidak terasa waktu kejuaraan sudah semakin dekat, maka SD 001 juga harus mempersiapkan tim untuk berlaga dalam kejuaraan. Para anggota tim berlatih dengan tekun dan selalu ditemani olek pak Baslan sebagai pelatih.
 “Kejuaraan sudah tinggal dua minggu lagi, “saya harap kalian harus tekun berlatih dan tetap disiplin!!!!!!!,” ucap Pak Baslan kepada seluruh Anggota Tim yang berkumpul.
“Siap pak,” jawab anggota tim serentak.
Tim diwajibkan Pak Baslan pada setiap sore jam 4.00 untuk berlatih. Pak Baslan memang merupakan guru olahraga sekaligus pelatih tim sepak bola SD 001. Tetapi pak Baslan bukan sekedar guru olehraga biasa. Pak Baslan merupakan motivator hebat, yang mampu membangkitkan semangat para murid-muridnya. Pak Baslan, seperti biasa sebelum latihan selalu mengingatkan, untuk disiplin dalam berlatih kepada para muridnya.
Pertama-tama anggota tim melakukan pemanasan dengan berlari lima putaran mengelilingi lapangan sepak bola. Nasrul sebagai kapten tim berada paling depan diikuti seluruh anggota tim.
Ternyata pada saat anggota tim sedang berlari sudah menempuh tiga putaran Imram baru datang menuju lapangan menggunakan sepeda BMX bewarna biru miliknya. Sontak saja kedatangan Imran yang terlambat membuat Pak Baslan menjadi kesal. Setelah memarkir sepeda miliknya Imran lalu menghadap pak Baslan,
“Pak maaf saya terlambat,” kata Imran kepada pak Baslan.
“Sudah kamu pus up 20 kali terus lari keliling 7 putaran!!!!!
Kurdi sebagai sahabat Imran hanya tersenyum melihat sahabatnya yang datang terlambat. Kurdi sangat mengenal Imran dan yang ada di benak Kurdi, “Pasti Imran ini terlambat karena lupa waktu, terlalu asik bermain play Station.”
Setelah pemanasan selesai dilakukan, tiba saatnya pak Baslan melatih anak didiknya untuk latihan perpaduan Tim. Sakur melempar bola ketengah, kemudian ditahan dengan dada oleh Imran. Imran pun membagi bola kebelakang dan ditujukan kepada Nasrul. Nasrul yang menguasasi bola melihat celah ternyata Kurdi di sisi lapangan sebelah kanan kosong tidak terjaga. Nasrul pun memberikan umpan bola lambung tepat di depan Kurdi. Kurdi lalu bagaikan seekor kijang berlari menyonsong bola yang di Umpan oleh Nasrul dari belakang. Dengan penguasaan yang baik akhirnya Kurdi tinggal berhadapan dengan penjaga gawang. Tetapi ternyata dari sebelah kiri lapangan Taslim sedang berlari. Melihat Taslim yang kosong tak terjaga, Kurdi tidak langsung menendang bola kearah gawang tetapi mengoper kearah Taslim. Mendapat umpan dari Kurdi, maka dengan mudahnya, karena posisi penjaga gawang sudah tertipu, Taslim melesakkan bola ke gawang yang sudah tak terjaga.
Melihat kemajuan dari para Muridnya pak Baslan pun cukup merasa bangga. Setelah latihan kembali pak Baslan untuk mengumpulkan para anggota tim.
“Perpaduan tim sudah lumayan, tetapi ada beberapa catatan untuk pemain, terutama Nasrul dan Paisal kalau bisa emosinya dikontrol.” Nasehat pak Baslan. Nasrul dan Paisal memang dikenal sebagai pemain yang bertipikal keras.
Sambil megenakan topi, celanan Training dan baju kaos, pak Baslan memberikan pengarahan dan evalusi untuk tim sepak bola SD 001. Anggota tim pun selalu bersemangat dan antusias mendengarkan setiap kata-kata yang keluar dari mulut pak Baslan.

****
Akhirnya kejuaraan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh SD yang berada di Kecamatan Babulu pun dimulai. Pak camat yang memberikan sambutan pada pembukaan tidak lupa mengingatkan kepada seluruh SD yang akan berlaga pada kejuaraan untuk menjunjung tinggi Sportivitas. SD 001 didampingi pak Baslan pun turut berbaris apa acara pembukaan.
Nasrul sebagai kapten tim berkata kepada Rachman yang berada di belakangnya,
“Man, kita harus menang kejuaraan ini, percuma kita capek-capek latihan kalau gak juara!!!!!”
“Ya donk Cul, aku akan cetak Gol sebanyak-banyaknya.” Jawab Rachman.
Kurdi pun menyahut dari belakang, “ Iyaa, kita harus juara, kita buktikan kalau sekolah kita masih menjadi yang terbaik di Kecamatan ini.....!”
Setelah acara pembukaan selesai, pertandingan pertama pun dimulai. SD 001 yang menjadi juara bertahan melakukan pertandingan pembuka pada kejuaraan kali ini. Yang menjadi lawan SD 001 kali ini adalah SD 012. Semua pemain inti termasuk Kurdi yang telah dipersiapkan oleh pak Baslan akan tampil pada pertandingan kali ini.
Kick of  babak pertama pun dimulai, Rachman menyodorkan bola kepada Taslim. Kemudian Taslim menarik bola kebelakang dan diberikan kepada Imran sebagai pengatur serangan. Imran kemudian mengotak-atik bola sedikit, karena dihadang oleh 2 orang pemain lawan. Paisal berteriak meminta bola kemudian Imran memberikan bola ke arah Paisal. Dari kaki ke kaki permainan terus mengalir tetapi sepanjang babak pertama gol tidak kunjung tercipta. Pada babak kedua SD 001 diintruksikan oleh pak Baslan untuk main menyerang. Berkat kerja sama tim dan strategi yang tepat akhirnya pada pertandingan pertama SD 001 menang 2-0 atas SD 012 berkat Gol dari taslim pada menit ke 64 dan gol dari Rachman pada menit ke 80.
Pertandingan demi pertandingan tim SD 001 lalui dan satu-persatu kemenangan mereka raih. Hingga akhirnya tim SD 001 masuk babak semi Final dan menemukan lawan berat yaitu SD 007. SD 007 merupakan juara pada kejuaraan dua tahun silam. Prestasi SD 007 memang di Kecamatan cukup gemilang. Tetapi akhirnya dengan gol tunggal yang dicetak oleh Rachman, SD 007 pun berhasil ditaklukkan oleh SD 001 dan kemudian mengantarkan SD 001 sampai di partai Final.
****
Partai Final yang ditunggu-tunggu pun akan dimulai, sorak-sorai penonton di pinggir lapangan mewarnai meriahnya partai Final. Tim yang akan bertanding adalah tim SD 001 melawan SD 012. Kedua kesebelasan tampak sudah bersiap-siap pemanasan di pinggir lapangan. Tetapi pak Baslan tampak cemas karen ternyata Kurdi tak kunjung datang ke lapangan pertandingan.
Pak Baslan bertanya kepada Imran?, “Im, kurdi mana kok belum datang?”
“Gak tau pak, mungkin lagi jaga adiknya.” Jawab Imran.
  Pertandingan pun dimulai, Kurdi tak kunjung datang. Akhirnya pak Baslan memasang Rudi anak kelas 4 untuk menggantikan Kurdi di Posisi biasanya, Yaitu sayap kanan. Awal pertandingan tampak terlihat serangan tim SD 001 tidak seperti biasanya karena tidak ada Kurdi. Serangan-serangan yang dibagun oleh Rachman, Imran, maupun taslim masih mudah dipatahkan lawan. Malah sebaliknya, barisan belakang SD 001 sering kocar-kacir akibat serangan dari tim lawan. Sampai akhirnya Candra stiker dari SD 012 beradu Sprint dengan Nasrul bek SD 001. Candra dan Nasrul sama-sama berlari kencang tetapi ternyata nahas ternyata Nasrul terpleset dan mampu di kecoh oleh Candra sehingga Candra hanya tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Sakur, kiper SD 001. Dengan mudah Candra mengecoh Sakur untuk membobol gawang SD 001. Skor pertandingan 1-0, tim SD 001 pun tertinggal.
Hingga menit ke-60 babak kedua Skor pertandingan tidak kunjung berubah dengan keunggulan SD 12. Pak baslan di pinggir lapangan sudah mulai gusar, pemain tim SD 001 juga sudah mulai frustasi karena berkali-kali serangan yang dibangun kandas di kaki bek lawan. Penonton mulai bergumam dan memprediksikan kalau pertandingan kali ini akan menjadi milik SD 012.
Disaat hampir tidak ada harapan lagi, bagi tim SD 001, ternyata dari kejuahan Kurdi sedang melaju dengan kencangnya mengunakan sepeda ontel miliknya. Setelah memarkir sepeda muliknya Kurdi langsung berlari menuju arah pinggir lapangan. Kurdi melihat kawan-kawannya sedang bejibaku melawan tim lawan. Pak Baslan yang melihat kedatangan Kurdi kaget bercampur lega. Tetapi pak Baslan bisa mengerti sebab keterlambatan kedatangan Kurdi. Tidak lain karena harus menjaga adiknya.
Pada menit ke 82 tim SD 001 melakukan pergantian pemain, yaitu, Rudi keluar digantikan oleh Kurdi. Masuknya Kurdi sangat berpengaruh pada permainan tim. Lini sebelah kanan yang memang menjadi andalan SD 001 kembali hidup berkat masuknya Kurdi. Pada menit ke 88 bola berada di kaki Paisal, tampak ada 2 pemain lawan mendekat ingin merebut bola. Tetapi Paisal dengan cerdik membagikan bola kepada Imran di lapangan tengah. Kemudian Imran berhasil membawa bola menuju daerahh pertahanan lawan dan memberikan bola kepada Rachman. Menggunakan skil individunya Rachman berhasil melewati satu orang gelandang bertahan lawan. Melihat Taslim yang tidak terjaga pemain lawan disisi kiri lapangan, Rachman pun mengumpan bola kepada Taslim. Sampai di ujung sebelah kiri lapangan Taslim melakukan umpan Crossing tepat di mulut gawang lawan tetapi tidak tau umpan ditujukan kepada siapa?
Tenyata Kurdi sudah berlari dengan kencangnya dari sisi kanan lapangan menuju ke mulut gawang. Kurdi pun melompat terbang dan berhasi menyundul bola crossing dari Taslim sehingga bola berubah arah melesat merobek jala gawang dari tim SD 012. teriakkan Penonton dan pendukung SD 001 pun membahana memecah kesunyian di lapangan, akibat ketengangan.
“Gooooollllll”  
Kurdi pun berlari ke tengah lapangan untuk merayakan Golnya, diikuti oleh pemain-pemain lainnya.
Pluit panjang tanda berakhirnya bertandingan pun telah ditiupkan oleh wasit. Sementara kedudukan akhir adalah sama kuat 1-1. Sehingga pertandingan harus dilanjutkan dengan adu penalti. Rachman, Nasrul, Imran dan Taslim berhasil menuntaskan tugasnya menendang Finalti dengan baik. Begitu pun juga empat penendang Finalti lawan berhasil mengecoh Sakur sebagai kiper. Tiba saatnya penendang Penalti kelima lawan akan melakukan eksekusi. Sakur bertekat untuk menahan tedangan penendang Finalti kelima tim lawan ini. Sambil menatap tajam ke arah penendang kelima Sakur bersiap menjaga Gawang. Akhirnya bola di tendang, tetapi ternyata Sakur mampu membaca arah bola dan menahannya.
Tiba saat paling mendebarkan, yaitu eksekusi Penalti terakhir penendang kelima tim SD 001. Eksekusi yang terakhir ternyata dipercayakan kepada Kurdi. Dan akhirnya dengan tenang Kurdi mampu mengecoh penjaga gawang lawan. Maka teriakan dan haru pun pecah diantara anggota tim SD 001. Kurdi langsung diangkat dan diambung-ambung ke udara oleh para anggota tim dan para pendukung. Kurdi dianggap sebagai pahlawan oleh seluruh anggota tim dan pendukung SD 001 termasuk juga pak Baslan.
Berkat perjuangan tim dan juga peran Kurdi akhirnya SD 001 dapat mempertahankan gelar juara. SEKIAN